Sabtu, 6 Mei 2017

Sembahyang dengan Shalat Beza

Berdiri Takbir Allahu Akbar
Berdiri, Rokuk, Sujud

Duduk dan Memberi Salam
Cara orang Hindu Sembahyang
Sembahyang dengan Shalat Beza
Sembahyang ada dalam kitab Ulamak "dimulai dengan Takbir, disudahi dengan Salam", atas nama Nabi. 
Jadi kalau "tidak dimulai dengan Takbir dan tidak disudahi dengan Salam", tidak dinamakan orang itu Sembahyang.
*********
Shalat ada dalam kitab Quran "mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar", 

Jadi kalau tidak "mencegah dari perbuatan Keji dan Mungkar" tidak dinamakan orang itu sedang Shalat.
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Shalat; sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
Maka sebab itulah ada Beza,Karena kitabnya berbeza.
******

Sembahyang dalam kitab Ulamak "dimulai dengan Takbir dan di sudahi dengan Salam"
Sembahyang ada dalam kitab Ulamak Buddha ada dalam kitab Ulamak  Hindu, ada dalam kitab Ulamak Kristian dan ada dalam kitab Ulamak  Islam, cuma cara-cara sembahyangnya, cara-cara menghadap kepada benda-benda yang berbeza saja, tapi maksudnya sama yaitu sama-sama handak sembah Tuhan yang satu belaka,

Semua agama tidak sembah benda, cuma benda-benda yang mereka sembah itu adalah berbeza tapi maksudnya sama yang sama-sama sembah Tuhan yang satu belaka
*******
Shalat dalam Quran"mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar"
Berarti Shalat itu tidak perlu dimulai dengan Takbir dan disudahi dengan Salam, yang perlunya berhanti daripada perbuatan yang keji dan mungkar. maka, orang itu sedang Shalat dengan sempurnanya...dalam Quran tidak ada Shalat dimulai dengan Takbir dan disudahi dengan salam, tidak ada sama sekali...

Kalau kita katakan Shalat itu dimulai dengan Takbir dan disudahi dengan Salam, berarti, ketika kita handak berhanti mengerjak perbuatan keji dan mungkar itu, kita dimulai dengan Takbir, setelah Takbir, kita pun tidak melakukan perbuatan keji dan mungkar itu, tapi setelah selesai beri Salam, maka, bolehlah kita ulangi lagi mengerjakan perbuatan keji dan mungkar itu, mengerjakan perbuatan keji dan mungkar itu seperti mengata orang, maki orang, mengupat orang, menghina orang, memukul orang, membunuh orang dan sebagainya, karena kita sudah selesai Shalat dengan sempurnanya...ini berarti Shalat dalam Quran dengan Sembahyang dalam kitab Ulamak tidak ada bezanya lagi..
Ulamak Islam lebih lajak daripada laju
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Shalat; sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“para sahabat bertanya "Ya Rasulullah, manakah Islam yang lebih afdhal?" , sebeda rasulululah "Orang Muslim adalah
(1) orang yang kaum Muslimin selamat dari (kejahatan) lidah dan
(2) tangannya.” 
(lihat shahih Bukhari juzu' 1 muka 27 ) Sahih Muslim Juzu' 1 muka 53 , hadis dari Abdullah bin Amr, Jabir , Abi Musa dan Buraib bin Abdullah.(صحيح البخاري - كِتَاب الْإِيمَانِ - بَاب أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ)
Ridwan Bruno berkata:
Buka hati dan fikiran.

Apa guna kita rajin sembahyang klo kita masih suka ngomongin kejelekan orang, menghina orang dan yang paling jelek menganggap orang yang beda agama dengan kita itu kafir.

Maaf aku juga orang islam,aku memang tidak tau tentang islam yang dalam hati aku hanya tidak ingin indonesia terpecah gara2 soal agama.

Klo mau jadi org islam jangan jadi org arab,klo mau jadi org kristen jangan jadi org yahudi, klo mau jadi orang hindu jangan jadi orang india.ingat semboyan bhinneka tunggal ika

Kalau urusan masuk surga/neraka kekafiran orang itu yang berhak menentukan hanya tuhan bukan manusia
benar tak???......
Buat Bid'ah Niat Baik, Buat Maksiat Tahu Salah
Vdo diatas menujukan bawah dalam Ibadah, seperti sembahyang, Haji dan sebagainya ada Bid'ah, jadi orang-orang yang banyak berbuat Ibadah sembahyang ibadah Haji dan sebagainya, maka banyaklah orang itu berbuat Bid'ah.

Maka dengan sebab itulah saya sudah mula berhanti sebahyang karena dalam mengerjakan Ibadah sembahyang dan dalam ibadah Haji itu ada banyak perkara-kara mengerjakan Bid'ah, dan setiap Bid'ah itu Sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka.


مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Tetapi, didalam berbuat baik serti beri makan, beri pertolongan orang atau binatang tidak ada perkerjaan berbuat perkara bid'ah, tidak ada Ulamak mengatakan "setiap (perkara kedunian) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka "

Sembahyang ada Bid'ah ada Syirik

Ibadah Haji ada Bid'ah ada Syirik
Hadis

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)
39:65. Telah diwahyukan kepada kamu, dan kepada orang-orang sebelum kamu, "Jika kamu sekutukan (Syirik), amalan kamu akan jadi sia-sia, dan kamu jadi antara orang-orang yang rugi."
*******
Buat Baik tidak ada Bid'ah tidak ada Syirik
Hadis

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَظْلِمُ الْمُؤْمِنَ حَسَنَةً يُثَابُ عَلَيْهَا الرِّزْقَ فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ 
Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak Zalim pada hambanya yang berbuat baik, Dia dibalas razqi didunia dan akan dibalas pahala diakhirat.." (HR Ahmad)
Quran
2:62 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta berbuat baik, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Ayat di atas tidak bermaksud seperti di bawah ini:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta sembahyang lima waktu, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
6:160. Sesiapa yang datangkan satu yang baik, akan dapati sepuluh yang serupa dengannya; dan sesiapa yang datangkan satu kejahatan, hanya dibalas dengan yang serupa dengannya; mereka tidak dizalimi.

16:97. Dan sesiapa buat kerja-kerja baik, lelaki atau perempuan, dan dia mukmin, sungguh Kami akan hidupkan dia dengan kehidupan yang baik; dan Kami akan balas mereka dengan upah mereka mengikut yang paling baik daripada apa mereka buat.

Saya tak pernah bertemu satu pun ayat Quran yang mengatakan, siapa-siapa sembahyang satu raka'at akan balas sepuluh pahala yang serupa denganya. hanya ada dalam kitab-kitab Ulama Islam saja yang mengatakan siapa-siapa sembahyang akan dapat masuk surga dan siapa yang tak sembahyang masuk neraka, kitab Ulama bukan Quran dan bukan kitab wahyu, hanya kitab-kitab Ulama Islam yang beribadah kepada Tuhan saja.

Cuntuh masalah Niat Sembahyang ini dalam Ibadah sembahyang, Ulama ada berbeza pendapat:
Cakra Walla penganut agama Hindu berkata:

Ajaran Hindu Ajaran Dari Tuhan Ajaran Islam Kristen Ajaran Manusia ,ajaran Hindu Ajaran Yg Mengasihi Semua Mahluk Ciptaan Tuhan Yg Tidak Ada Permusuhan Ajaran Damai,,ajaran Islam Dan Kristen Ajaran Keras Egois,,

Jumaat, 5 Mei 2017

Sembahyang tak dijamin masuk surga, Buat baik dijamin masuk surga

Sembahyang tak dijamin masuk surga
 107:4 maka neraka wil bagi orang-orang Ahli Sembahyang -
107:5 (laitu) mereka yang berkeadaan lalai daripada menyempurnakan sembahyangnya;
107:6 (Juga bagi) orang-orang yang berkeadaan riak (bangga diri dalam ibadat dan bawaannya),
107:7 Dan orang-orang yang tidak memberi sedikit pertolongan (kepada orang yang berhak mendapatnya).
Vdo diatas menujukan bahwa orang sembahyang lima waktu sehari semalam tapi tidak tahu arti sembahyang yang sebenarnya, dia baca Quran  dalam sembahyang tapi dia tidak tahu arti ayat-ayat itu dan beramalkan dengan ajaran Islam yang sebenarnya???

Dan kalau menurut surah 107 ayat 4-7  diatas menujukan memberi pertolongan orang lebih utamakan daripada kuat ibadah sembahyang lima waktu..karena tidak ada ayat mengatakan neraka wil bagi orang-oranng Baik menolong orang...

Karena sembahyang bukan membuat satu kebaikan bahkan ada peluang untuk memakikan orang atau mengfirkan atau membid'ahkan orang, padahal mereka sama-sama sembahyang sembah Tuhan yang satu juga..sama-sama menghadap kearah kiblat yang satu ke Nageri Mekah...

Dan untuk menghalang orang lalu lalang di situ, kununya mereka sembahyang sembah Tuhan yang satu itu menghadap kearah kiblat yang satu keNageri Mekah...
Padahal ada tepat luang luas untuk mereka sembahyang yang tidak mengganggu orang lalu lalang di situ, apakah maksud sembahyang untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar seperti itu???

Beza dengan orang kafir sembahyang sembah berhala dimana berhala berada di merata-rata tepat untuk yang sembah berhala itu saja.
Mereka tidak menghalang orang dan tidak mengganggu orang disitu, karena mereka ada tempat khusus untuk menyembah berhala mereka yang telah disediakan oleh ketua agama mereka, supaya mereka menyembah berhala itu tidak terganggu oleh orang ramai yang tidak mau menyembah berhalan mereka itu, jadi orang ramai tidak terganggu disebabkan ada orang yang menyembah berhalanya itu.


********
 Buat baik dijamin masuk surga
berbuat baik dibalas baik
Hadis
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَظْلِمُ الْمُؤْمِنَ حَسَنَةً يُثَابُ عَلَيْهَا الرِّزْقَ فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ 
Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak Zalim pada hambanya yang berbuat baik, Dia dibalas razqi didunia dan akan dibalas pahala diakhirat.." (HR Ahmad)

Hadis diatas memang selari dengan ayat-ayat Quran di bawah ini.
Quran
2:62 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta berbuat baik, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Ayat di atas tidak bermaksud seperti di bawah ini:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta sembahyang lima waktu, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
6:160. Sesiapa yang datangkan satu yang baik, akan dapati sepuluh yang serupa dengannya; dan sesiapa yang datangkan satu kejahatan, hanya dibalas dengan yang serupa dengannya; mereka tidak dizalimi.

Saya tak pernah bertemu satu pun ayat Quran yang mengatakan, siapa-siapa sembahyang satu raka'at akan balas sepuluh pahala yang serupa denganya. hanya ada dalam kitab-kitab Ulama Islam saja yang mengatakan siapa-siapa sembahyang akan dapat masuk surga dan siapa yang tak sembahyang masuk neraka, kitab Ulama bukan Quran dan bukan kitab wahyu, hanya kitab-kitab Ulama Islam yang beribadah kepada Tuhan saja.

*******
Orang tak sembahyang masuk dalam neraka Saqar
74:42.(Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata): "Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?"
74:43.Orang-orang yang bersalah itu menjawab: "Kami tidak termasuk dalam kumpulan orang-orang yang mengerjakan sembahyang;
74:44. "Dan kami tidak pernah memberi makan orang-orang miskin;
7:45 "Dan kami dahulu selalu mengambil bahagian memperkatakan perkara yang salah, bersama-sama orang-orang yang memperkatakannya;

Maka pahamlah saya, bahwa, orang-orang tak sembahyang itu adalah orang-orang yang tidak mencegah kejahatan lidahnya dan tangannya, dan tidak pernah memberi makan orang-orang miskin, dan selalu mengambil bahagian memperkatakan perkara yang salah, bersama-sama orang-orang yang memperkatakannya.
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“para sahabat bertanya "Ya Rasulullah, manakah Islam yang lebih afdhal?" , sebeda rasulululah "Orang Muslim adalah
(1) orang yang kaum Muslimin selamat dari (kejahatan) lisan dan
(2) tangannya.” 
(lihat shahih Bukhari juzu' 1 muka 27 ) Sahih Muslim Juzu' 1 muka 53 , hadis dari Abdullah bin Amr, Jabir , Abi Musa dan Buraib bin Abdullah.(صحيح البخاري - كِتَاب الْإِيمَانِ - بَاب أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ)

Dengan keterangan vdo diatas itu nyatalah bahwa sembahyang waktu itu tidak diutamakanan yang diutamakanya adalah mencegah dari perbuatan kejahatan lidah dan tanganya. sebab perkataan solah itu maksudnya, mencegah perbuatan keji dan mungkar...
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Shalat; sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.

******

Jika dia kuat sembahyang dan puasa, tetapi dalam masa yang sama kuat memaki dan mencerca orang, atau menderhakai ibubapanya, atau tidak amanah, atau menzalimi orang lain dan seumpamanya, maka dia bukannya orang yang Baik dalam ertikata sebenar dalam Islam.

Tidakkah kita selalu membaca hadis:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama sembahyang, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).

(Ini berarti orang kuat ibadah  sembahyang, puasa, zakat, tak dapat menghapuskan dosa yang dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan pahla kepada orang ini dan orang itu. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka)

Ridwan Bruno berkata:
Buka hati dan fikiran.
Apa guna kita rajin sembahyang klo kita masih suka ngomongin kejelekan orang,menghina orang dan yg paling jelek menganggap orang yg beda agama itu kafir.

Maaf aku jga orang islam,aku emang g tau ttg islam yg dalam aku hny tdk ingin indonesia terpecah gara2 soal agama.

Klo mau jadi org islam jgn jadi org arab,klo mau jadi org kristen jgn jdi org yahudi,klo mau jadi org hindu jgn jd orang india.ingat semboyan bhinneka tunggal ika

Kalau urusan masuk surga/neraka kekafiran orang itu yg berhak menentukan hny tuhan bkn manusia
bnr gak

******
Quran suruh bertanya jika tidak tahu, tapi Ulamak larang bertanya, hanya kita orang awam wajib itu apa kata Ulamak saj.
Kenapa Kassim Ahmad anti hadits | Ustaz Hasrizal Abdul Jamil
Ustaz-ustaz ini berlagak sombong tapi tak tahu nak jawab bila ada orang bertanya

'Kassim Ahmad bukan anti-hadis, sama seperti orang Islam lain'
Ulamak ini tidak ada akal pikiran nak jawab apa orang tanya, sebab itu mereka setakat tahu berkata anti hadis, sesat, kafir masuk neraka.


Isnin, 1 Mei 2017

Orang yang dapat masuk Surga adalah Orang beriman bukan orang Islam, walau dia ngaku Islam pun tapi dia tidak beriman masuk neraka juga


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرِيَاءَ

Rasulullah bersabda:
Tidak akan masuk neraka seseorang yang didalam hatinya ada sebesar biji sawi dari keimanan, dan
Tidak akan masuk surga seseorang yang didalam hatinya ada sebesar biji sawi dari kesombongan.
(HR Muslim)

99:7 Maka sesiapa berbuat kebajikan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!
99:8 Dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!
2:62 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta berbuat baik, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
Saya tidak bertemu walau satu ayat pun dalam Quran yang menegaskan bahwa orang melayu, orang Ahli Sunnah Wal Jamaah, orang Syiah dan orang Wahabi masuk surga dan selain dari itu semuanya masuk neraka.

Kalau kita katakan, orang beriman itu adalah orang Ahli Sunnah Wal Jamaah, orang Syiah dan orang Wahabi yang dikatakan orang beriman itu saja, 

Tapi mengapa orang Ahli Sunnah Wal Jamaah mengafirkan orang Syiah dan orang Wahabi???, 
dan sebaliknya orang  Syiah mengafirkan orang Ahli Sunnah Wal Jamaah dan orang Wahabi???, 
dan bagitulah sebaliknya, orang Wahabi mengbid'ahkan orang Ahli Sunnah Wal Jamaah dan orang Syiah???, 
jadi siapa orang yang beriman yang sebenarnya??? 

Apakah golongan-gologan itu termasuk dalam golongan orang-orang yang memecahbelah dalam agama???.
30:31. Berkesesalanlah kepada-Nya. Dan kamu takutilah Dia, dan lakukan solat, dan jangan jadi daripada orang-orang yang sekutukan (syirik), 
30:32. Daripada orang-orang yang pecahkan agama mereka, dan menjadi golongan-golongan, tiap-tiap golongan berbangga dengan apa di sisi mereka.
Syirik artinya pecah
Tuhan tidak akan ampun dosa syirik tapi Tuhan akan ampun dosa selain dari itu
Orang kuat ibadah sembahyang lima waktu tidak dijamin masuk surga
107:4 maka neraka wil bagi orang-orang Ahli Sembahyang -
107:5 (laitu) mereka yang berkeadaan lalai daripada menyempurnakan sembahyangnya;
107:6 (Juga bagi) orang-orang yang berkeadaan riak (bangga diri dalam ibadat dan bawaannya),
107:7 Dan orang-orang yang tidak memberi sedikit pertolongan (kepada orang yang berhak mendapatnya).
Vdo diatas menujukan bahwa orang sembahyang lima waktu sehari semalam tapi tidak tahu arti sembahyang yang sebenarnya, dia baca Quran  dalam sembahyang tapi dia tidak tahu arti ayat-ayat itu dan beramalkan dengan ajaran Islam yang sebenarnya???

Dan kalau menurut surah 107 ayat 4-7  diatas menujukan memberi pertolongan orang lebih utamakan daripada kuat ibadah sembahyang lima waktu..karena tidak ada ayat mengatakan neraka wil bagi orang-oranng yang menolong orang...
Kalau kita perhatikan vdo diatas menujukan bahwa orang kuat ibadah sembahyang lima waktu tidak dapat menghapuskan dosa dia mengafirkan orang..

Kisah nyata seorang pelacur dan seekor anjing - Faidah Ikhlas - Ust. Nuzul Dzikri Lc
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ
“Diampunkan dosa seorang pelacur yang melintasi seekor anjing yang berada di tepi sebuah telaga yang lidahnya terjelir. Hampir kehausan membunuhnya. Maka pelacur itu pun menanggalkan kasutnya, lalu dia ikat kasut itu dengan tudungnya lantas dia menceduk air untuk anjing tersebut. Dia diampunkan disebabkan kejadian itu” (Riwayat al-Bukhari).

Hadis diatas menujukan bahwa berbuat baik kepada saekur anjin yang kehausan air itu  lebih baik daripada kuat sembahyang lima waktu dengan sombong atau riak.

Dr Asri kata :Ulamak Lebih Lajak Dadripada Laju
cuntuh Ulamak lebih lajak daripada laju, vdo dibawah ini
Orang tak sembahyang masuk dalam neraka Saqar
74:42.(Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata): "Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?"
74:43.Orang-orang yang bersalah itu menjawab: "Kami tidak termasuk dalam kumpulan orang-orang yang mengerjakan sembahyang;
74:44. "Dan kami tidak pernah memberi makan orang-orang miskin;
7:45 "Dan kami dahulu selalu mengambil bahagian memperkatakan perkara yang salah, bersama-sama orang-orang yang memperkatakannya;

Maka pahamlah saya, bahwa, orang-orang tak sembahyang itu adalah orang-orang yang tidak mencegah kejahatan lidahnya dan tangannya, dan tidak pernah memberi makan orang-orang miskin, dan selalu mengambil bahagian memperkatakan perkara yang salah, bersama-sama orang-orang yang memperkatakannya.

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“para sahabat bertanya "Ya Rasulullah, manakah Islam yang lebih afdhal?" , sebeda rasulululah "Orang Muslim adalah
(1) orang yang kaum Muslimin selamat dari (kejahatan) lisan dan
(2) tangannya.” 
(lihat shahih Bukhari juzu' 1 muka 27 ) Sahih Muslim Juzu' 1 muka 53 , hadis dari Abdullah bin Amr, Jabir , Abi Musa dan Buraib bin Abdullah.(صحيح البخاري - كِتَاب الْإِيمَانِ - بَاب أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ)

Dengan keterangan vdo diatas itu nyatalah bahwa sembahyang waktu itu tidak diutamakanan yang diutamakanya adalah mencegah dari perbuatan kejahatan lidah dan tanganya. sebab perkataan solah itu maksudnya, mencegah perbuatan keji dan mungkar...
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Shalat; sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
******

Untuk membuat penilaian yang seimbang atau kesimpulan yang adil bukanlah mudah. Dalam kehidupan ini ramai orang selalu membuat kesimpulan daripada penampilan atau faktor luaran yang mereka lihat semata. Penilaian yang seimbang atau kesimpulan yang adil berbeza dengan sangkaan baik. Umpamanya, apabila kita melihat mereka yang kuat bersolat, atau berpuasa maka sudah pasti kita wajar bersangka baik terhadapnya.

Namun dalam masa yang sama kita tidak akan membuat kesimpulan bahawa dia adalah pasti ahli syurga, atau pasti orang yang kuat berpegang dengan agama, atau seorang yang soleh. Ini kerana solat dan puasa memanglah amalan yang baik dalam Islam, tetapi Islam bukan sahaja berkaitan soal solat dan puasa, sebaliknya Islam merangkumi pelbagai sudut kehidupan.

Jika dia kuat solat dan puasa, tetapi dalam masa yang sama kuat memaki dan mencerca orang, atau menderhakai ibubapanya, atau tidak amanah, atau menzalimi orang lain dan seumpamanya, maka dia bukannya orang yang soleh dalam ertikata sebenar dalam Islam.
Tidakkah kita selalu membaca hadis:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama sembahyang, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).

(Ini berarti orang kuat ibadah  sembahyang, puasa, zakat, tak dapat menghapus dosa yang dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan pahla kepada orang ini dan itu. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka)

Pendusta Agama
Dalam hadis lain Nabi s.a.w menceritakan tentang akhir zaman ada para pembaca al-Quran kerana hendak dapat untung. Ini dapat kita lihat dalam negara kita mereka yang memakai ‘pakaian agama’ dan mengutip wang daripada orangramai kononnya kerana hendak membuat penghantaran pahala kepada si mati.

Mereka membuat untung yang besar saban tahun atas nama al-Quran dan orang menganggap mereka melakukan kebaikan sedangkan Nabi s.a.w menyindir perbuatan ini dengan sabdanya:

“Bacalah al-Quran dan mintalah daripada Allah (pahala), kerana selepas kamu akan ada kaum yang membaca al-Quran dan meminta (upah) daripada manusia” (Riwayat Ahmad dan al-Tirmizi, dinilai hasan oleh al-Albani).

Dalam sejarah ramai mereka yang menampil watak ‘agama’ tetapi sebenarnya penjenayah agama. Antara yang terkenal ialah Abu ‘Ismah Nuh bin Abi Maryam yang mencipta hadis-hadis dusta kononnya kerana ingin mendapat pahala dengan diadakan hadis-hadis fadilat itu dan ini khususnya tentang surah-surah al-Quran.

- Gambar Hiasan

Dia digelar Nuh al-Jami’ bermaksud Nuh yang menghimpunkan. Ini kerana dia menghimpunkan ilmu daripada berbagai tokoh-tokoh besar. Namun al-Hafiz Ibn Hibban menyatakan: “dia menghimpunkan segalanya, kecuali cakap benar”. (lihat: al-Sayuti, Tadrib al-Rawi, 185, Beirut: Dar al-Fikr).
Pada zahirnya, dia tokoh agamawan namun pada hakikatnya dia sebenarnya pendusta agama. Bukan sedikit orang yang sepertinya dalam sejarah pengumpulan hadis. Kata seorang tokoh pengkaji hadis, Dr. Hammam Sa`id:

“Telah zahir golongan ahli ibadat, zuhud dan nussak (penumpu penuh ibadah). Kejahilan dan kebodohan mereka telah membawa mereka mencipta hadis-hadis palsu dalam fadhilat-fadhilat amal, fadhilat surah-surah al-Quran dan solat-solat sunat, untuk menggalakkan orang ramai beramal. Seperti juga mereka mencipta hadis-hadis palsu dalam menakut orang ramai terhadap maksiat. Mereka menyangka mereka telah membela Islam. Golongan yang jahil ini tidak tahu bahawa pendustaan ke atas RasululLah s.a.w boleh menurunkan mereka ke dalam tingkatan-tingkatan yang paling bawah dalam neraka jahannam” (Hammam `Abd al-Rahim Sa`id, Al-Tamhid fi `Ulum al-Hadith, m.s. 140, Jordan: Dar al-Furqan).

Ini kerana tindakan mereka telah menipu atas nama Nabi s.a.w dan merubah wajah asal agama. Jika dilihat atau dinilai pada zahir ibadah dan pakaian mereka, tentu kita menyangka mereka golongan yang soleh, tetapi di sisi agama mereka adalah para pendusta yang termasuk dalam sabda Nabi s.a.w:
“Sesungguhnya berdusta ke atasku (menggunakan namaku) bukanlah seperti berdusta ke atas orang lain (menggunakan nama orang lain). Sesiapa yang berdusta ke atasku dengan sengaja, maka siaplah tempat duduknya dalam neraka”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Khawarij

Dalam sejarah pertelingkahan umat Islam kelompok yang paling kuat dan awal menggunakan isu agama untuk mengkafirkan orang Islam yang lain ialah Puak Khawarij.
Kelompok ini Nabi s.a.w sifatkan seperti berikut:

“..Seseorang kamu akan merasa lekeh solatnya dibandingkan solat mereka, merasa lekeh puasanya dibandingkan puasa mereka. Mereka membaca al-Quran, namun al-Quran itu tidak melebih halkum mereka. Mereka tersasar keluar dari agama seperti anak panah tersasar dari sasarannya..” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Inilah Khawarij yang kelihatan hebat dalam ibadah dan pidato agama mereka dengan menggunakan nas-nas al-Quran. Mereka mengkafirkan orang Islam yang melakukan maksiat, juga mengkafirkan orang Islam yang tidak mengikut kumpulan mereka.

Puak Khawarij ini mengangkat slogan: “Tidak ada hukum melainkan hukum Allah”. Slogan yang kelihatannya berteraskan al-Quran, tetapi dengan tujuan yang buruk. Kata Saidina Saidina ‘Ali bin Abi Talib kepada mereka: “Satu slogan yang benar, tetapi dengan tujuan yang batil”. (Al-Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 304/10, Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah).

Dengan slogan al-Quran “Sesiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka itu orang-orang yang kafir” (Surah al-Maidah, ayat 44), maka mereka melancarkan kempen mengkafirkan dan memerangi orang Islam. Atas andaian yang tipis maka dengan mudah seseorang dijatuhkan hukuman murtad dan kafir.

- Gambar Hiasan
Hasilnya, pertumpahan yang dahsyat berlaku pada zaman pemerintahan Saidiyyida ‘Ali bin ‘Abi Talib. Selepas zaman ‘Ali pun, pemikiran Khawarij meresap ke dalam berbagai kumpulan dan organisasi. Hasilnya, kita mendengar isu kafir mengkafir muncul di pelbagai zaman dan tempat di seluruh pelusuk dunia Islam.

Pada zahirnya puak ini berwajah agama, namun pada hakikatnya Nabi s.a.w menyebut tentang mereka:

“Mereka itu berucap dengan ucapan sebaik-baik makhluk. Mereka tersasar keluar dari Islam seperti anak panah tersasar dari sasarannya. Iman mereka tidak melebihi halkum mereka. Di mana sahaja kamu temui mereka maka bunuhlah mereka kerana sesungguhnya membunuh mereka itu ada pahala pada Hari Kiamat” (Riwayat al-Bukhari).

Demikian getirnya kelompok ini. Sekalipun dengan ungkapan dan nas agama di mulut mereka, namun Nabi s.a.w memerintahkan agar pemerintah Islam membunuh mereka kerana mereka mengkafirkan bahkan sesetengah kelompok mereka seperti al-Azraqiyah membunuh orang Islam, anak kecil dan wanita yang tidak mengikut kumpulan atau jamaah mereka.

Dengan ini menyedarkan kita semua, di samping kita bersangka baik kepada golongan yang menzahirkan ciri-ciri agama, kita sayangkan mereka dan menghormati mereka, namun kita juga mestilah berhati-hati dengan tindakan setiap individu dan kumpulan.

Janganlah penampilan zahir menyebabkan kita membuta mata atau memandulkan akal dari membuat penilaian yang matang dan seimbang. Apa yang baik kita kata baik, apa yang salah tetap dinilai salah tanpa mengira dari mana dan siapa kesalahan itu datang. Namun jika golongan tertentu menzahirkan ciri-ciri agama dan memegang prinsip agama dalam seluruh perjalanan mereka, maka merekalah golongan yang kita cinta dan kita bela dengan sepenuhnya.
Orang yang dapat masuk Surga adalah Orang beriman bukan orang Islam, walau dia ngaku Islam pun tapi dia tidak beriman masuk neraka juga. 
cuntuhnya dia ngaku Islam tapi dia tidak beriman atau dia tidak percaya bahwa segala amal ibadah sembahyanya dan puasanya akan terhapus di sebabkan dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang itu terhapus segala amal ibadah sembahyang puasanya itu.

Tentang Ibadah sembahyang lima waktu itu, Mazhab 4 pun masih keliru, jadi mereka beramal pun masih keliru masih belum yakin, buktinya cara sembahyang, waktu sembahyang, batal sembahyang mereka berbeza dan menyalah satu sama lainya. kalau mereka yakin tentu cara sembahyang, waktu sembahyang, batal sembahyang seluruh umat Islam sama tidak ada bezanya, kalau itu semua diperintah oleh Allah dalam Quranya bahwa cara sembahyang, waktu sembahyang batal sembahyang, tapi sebenarnya tidak. hanya ada dari pendapat Ulama-ulama saja.