Khamis, 27 Mac 2014

Ahlil Kitab

A094
10:94 Oleh sebab itu, sekiranya engkau (wahai Muhammad) merasa ragu-ragu tentang apa yang Kami turukan kepadamu (Al-Quran), maka bertanyalah kepada orang-orang yang membaca kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu ( Injil, Turat, Zabur, kerana mereka mengetahui kebenarannya). Sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran dari Tuhanmu, maka jangan sekali-kali engkau menjadi dari golongan yang ragu-ragu.

Ahli Kitab ada dua :
1
(1).Ahli Kitab pada zaman ini adalah Ahli Kitab yang percaya kepada Quran dan kitab-kitab sebelum Quran, Injil, Taurat, Zabur.
A004
2:4 Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab "Al-Quran" yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya).
A005
2:5 Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang berjaya.

Ahli Kitab yang satu ini , tidak menulis kitab agama, karena mareka sudah cukub berpegang dan percaya kepada  kitab-kitab yang Tuhan di turunkan kepada para NabiNya .
********
2
(2).Ahli Kitab yang menulis kitab agama dengan tangan-tangan mareka sendiri kamadian mareka berkata "Ini adalah dari sisi Allah"
Ulama Islam juga menulis kitab agama dengan tangan-tangan mareka sendiri kamadian mareka berkata "Ini adalah dari sisi Allah"
A079
2:79 Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab agama dengan tangan mereka, kemudian mereka berkata: "Ini ialah dari sisi Allah", supaya mereka dengan perbuatan itu dapat membeli keuntungan dunia yang sedikit. Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu.
A080
2:80 Dan mereka (penulis-penulis kitab agama) berkata: "Kami tidak sekali-kali akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang tertentu". Katakanlah (wahai Muhammad): "Adakah kamu sudah mendapat janji dari Allah supaya (dengan itu) Allah tidak akan menyalahi janjiNya, atau hanya kamu mengatakan atas nama Allah sesuatu yang tidak kamu mengetahuinya?"
A081
2:81 (Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar), sesungguhnya sesiapa yang berbuat kejahatan dan ia diliputi (ditenggelamkan) oleh kesalahannya itu, maka merekalah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.
A082
2:82 Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, merekalah ahli syurga, mereka kekal di dalamnya.
A062
2:62 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta berbuat baik, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Ahli Kitab yang satu di atas tadi, semua ahli agama marah kepada mareka terutama ahli agama Islam karena mareka tidak percaya kepada kitab-kitab agama Islam yang di tulis oleh Ulama-ulama Islam itu.

Rasul bersedih dan berdoa :
A030
25:30 Dan berkatalah Rasul: "Wahai Tuhanku sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini satu perlembagaan yang ditinggalkan, tidak dipakai".

Karena kaumnya mengikuti kitab-kitab agama yang di tulis Ulama-ulama yang seperti itu .

Imam  Syafi’i,  memahami  istilah Ahl   Al-Kitab, sebagai orang-orang Yahudi dan Nasrani keturunan orang-orang Israel, tidak termasuk bangsa-bangsa lain yang menganut agama Yahudi dan  Nasrani.Alasan beliau antara lain bahwa Nabi Musa dan Isa, hanya diutus kepada mereka bukan  kepada  bangsa-bangsa lain.  (Juga  karena  adanya  redaksi min qablikum [sebelum kamu] pada ayat yang membolehkan perkawinan  itu).
Pendapat Imam Syafi’i ini berbeda dengan pendapat Imam Abu Hanifah dan mayoritas pakar-pakar hukum yang menyatakan bahwa siapa  pun yang  mempercayai salah seorang Nabi, atau kitab yang pernah diturunkan Allah, maka  ia  termasuk  Ahl  Al-Kitab. Dengan demikian Ahl Al-Kitab, tidak terbatas pada kelompok penganut agama Yahudi atau Nasrani.
Dengan demikian,  bila  ada  satu kelompok yang hanya percaya kepada Shuhuf Ibrahim atau Zabur (yang diberikan kepada Nabi Daud a.s.)  saja,  maka  ia  pun termasuk  dalam  jangkauan pengertian Ahl Al-KitabPendapat ketiga dianut oleh sebagian kecil  ulama-ulama  salaf, yang menyatakan  bahwa setiap umat yang memiliki kitab yang dapat diduga sebagai kitab suci (samawi), maka mereka juga dicakup oleh  pengertian  Ahl  Al-Kitab, seperti halnya orang-orang Majusi. Pendapat terakhir ini, menurut Al-Maududi  diperluas lagi  oleh  para  mujtahid  (pakar-pakar hukum) kontemporer, sehingga mencakup pula penganut agama Budha dan  Hindu,  dan dengan demikian wanita-wanita mereka pun boleh dikawini oleh pria Muslim, karena mereka juga telah diberikan  kitab  suci (samawi). lihat sepenuhnya klik di SINI
  • Pencari Kebenaran ตอบแล้ว 2 ปีที่ผ่านมา
    Ahli Kitab adalah orang yang menjadikan Alkitab sebagai pedoman agamanya.
    Alkitab yang dimaksud di sini adalah kitab-kitab yang diwahyukan Allah SWT kepada para nabi/rasulnya. Namun sayang dalam perjalanan waktu. kitab-kitab ini diselewengkan, isinya diubah-ubah.

    Bagi Ahli Kitab yang masih tetap bertauhid (menganggap hanya Allah saja tuhan semesta alam ini, dan mereka menyembahnya), maka Allah SWT menggolongkan Ahli Kitab ini sebagai kaum yang beriman ...., dan Allah SWT menjanjikan surga kelak.

    "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati." (QS Al Baqarah : 62).

    Adapun orang yang menyekutukan Allah SWT, maka orang-orang ini disebut musyirkin (berpaham syirik). Termasuk syirik adalah adanya tuhan selain Allah, atau menganggap bisa berupa manusia, atau tuhannya lebih dari satu (meskipun menjadi kesatuan). Dan syrik adalah dosa besar menurut Islam.

    "Dan suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu ; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir siksa yang pedih." (QS At Taubah : 3)

    Pengikut Yesus pada awalnya bertauhid, mereka disebut Nasrani.
    Namun kemudian Paulus membelokkan ajaran ini, dan mengangkat Yesus sebagai tuhan.
    Kisah Para Rasul 24:5 “Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini (Paulus) adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte Nasrani.”
    Kisah Para Rasul 11:26 “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.”
    Roma 3:7 “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?”

    “Ketika Gereja Barat menempuh jalan baru yang menuju pada kemajuan besar, Gereja Timur sama sekali kehilangan kuasa dan pengaruhnya. Mula-mula bahagian Gereja di Timur itulah yang terpenting, tetapi sesudah agama Islam membanjiri segala negeri di sebelah Timur dan Selatan Laut Tengah pada abad ke VII, maka Gereja Timur lekas runtuh karena hidup rohaninya sudah lama mundur. Hal ini disebabkan oleh sebab Gereja itu kurang sadar akan tanggungjawabnya terhadap dunia. Gereja di Barat, MESKIPUN SESAT DAN BERAIB, selalu teringat juga akan tugasnya yaitu menyiarkan Injil di antara segala bangsa.” (Dr. H. Berkhof & Dr. I. H. Enklaar, Sejarah Gereja, halaman 75).

    Sedangkan yang disebut orang kafir adalah mereka yang setelah diberitahu tentang "datangnya nabi Muhammad yang memeurnikan kembali ajaran tauhid yang dulu pernah dibawakan oleh para nabi namun telah diselewengkan", namun mereka menolak nabi maupun pedoman hidup yang dibawanya (yaitu Al Qur'an), lihat sepenuhnya  Klik di SINI 

Khamis, 20 Mac 2014

Keterangan Ustaz atau tok guru agama Islam sama dengan keterangan tok nujum pak belalang


Kalau kita tidak percaya apa kata-kata tok nujum belalang di hukum anak luar nikah, dan bagitu juga kalau kita tidak percaya apa kata-kata Ustaz atau Tok Guru agama Islam di hukum Kafir.

Cuba anda perhatikan baik-baik cerita Nujum pak belalang

Kebanyakan orang Islam bila handak cakap bohong mareka guna atas nama Tuhan atau atas nama sunnah rasulullah Muhammad


Rabu, 19 Mac 2014

Kebanyakan orang Islam bila handak cakap bohong mareka guna atas nama Tuhan atau atas nama sunnah rasulullah Muhammad

sunnah suami letak tangan di ubun isteri dan berdoa

Guru agama Islam sama dengan Tok dukun

Guru agama Islam sama dengan Tok dukun


Tok dukun bila mareka berdoa jampi, pada mula-mulanya mareka sebut nama Allah "Bismillahi rahmanirahim" kamadian mareka sebut pula nama-nama Hantu itu dan Hantu ini padahal nama-nama Hantu itu dan Hantu ini tidak di sebut dalam Al-Quran bahwa Hantu itu dan Hantu ini yang dapat menyembuhkan penyakit itu penyangkin ini, bagitu juga Guru-guru agama Islam bila mareka mengajar agama pada mula-mulanya mareka sebut nama Allah  "Bismillahi rahmanirahim" kamadian mareka sebut pula nama-nama kitab Ulama itu dan kitab Ulama ini padahal nama-nama kitab Ulama itu dan kitab Ulama ini tidak di sebut dalam Al-Quran, dalam Al-Quran hanya sebut nama-nama kitab yang di turunkan kepada para Nabi-nabinya , seperti Al-Quran kitab Nabi Muhammad, Injil kitab Nabi Isa, Taurat kitab Nabi Musa dan Zabur kitab Nabi Daud  .

Orang Islam cuntuh taladan yang terbaik bagi orang Kafir


Orang Islam cuntuh taladan yang terbaik bagi orang Kafir

Kalau sesaorang asalnya beragama Islam yang percaya kepada Kibat Al-Quran dan kitab-kitab selepas Al-Quran seperti kitab-kitab Hadis Bukhari , Muslim dan lain-lainnya, kamadian dia berpindah kepercayaannya itu hanya percaya kepada kitab Al-Quran dan kitab-kitab sebelum Al-Quran seperti kitab Zabur, Taurat dan Injil, maka orang itu di hukum Kafir oleh sebahgian dari orang Islam, dan dia tidak boleh jadi wali kawin=nikah untuk anak parampunnya dan terpaksa di nikah dengan wali Hakim dari jawatan majlis agama Islam, atau abang atau adik lelakinya yang masih percaya kepada Al-Quran dan kitab-kitab selepas .

Ini berlaku terhadap kawan saya namanya Ahmad atau nama gelarannya Adik mat .

Rabu, 12 Mac 2014

Ada orang Islam dan ada orang Kafir pendek kata ada orang Baik dan ada orang Jahat

Islam
Islam maksudnya "Damai" berarti orang Islam adalah orang-orang yang ingin kedamaian tak kira apa bangsanya, apa warna kulitnya dan apa agamanya : Al-Quran
A013
49:13 Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih menjaga dirinya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).

Orang-orang siam beragama Buza/Budha berkata :
ใครทำดีได้ ใครทำชั่วได้ชั่ว
Siapa-siapa buat Baik dapat BaikSiapa-siapa buat Jahat dapat Jahat

Berbuat baik
A015
45:15 (Tiap-tiap balasan berdasarkan kaedah): Sesiapa yang mengerjakan amal kebaikan, maka faedahnya akan terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa yang berbuat kejahatan, maka bahayanya akan menimpa dirinya sendiri; kemudian kamu akan dikembalikan kepada Tuhan kamu.
A082
2:82 Dan orang-orang yang beriman serta berbuat baik, merekalah ahli syurga, mereka kekal di dalamnya.
A062
2:62 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta berbuat baik, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Kafir
Kafir maksudnya "Ingkar kedamaian" berarti orang Kafir adalah orang-orang yang suka bermusuh-musuhan sesama manusia yang pahaman dalam agamanya berbeda.
A081
2:81 (Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar), sesungguhnya sesiapa yang berbuat kejahatan dan ia diliputi (ditenggelamkan) oleh kesalahannya itu, maka merekalah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.
*********
Kelebihan orang Kafir
Kelebihan orang Kafir karena dalam agama mareka ada paksaan dalam agama mareka, seperti di paksa mengucap dua kalimah syahadad, di paksa sembahyang lim waktu , di paksa membayar cukai zakat setiap tahun dan di paksa puasa sebulan dalam rumadhan, kalau tidak tunaikan itu semua di acam bunuh :
Imam Bukhari dan Muslim berkata Nabi Muhammad bersabda :

أُمِرْتُ أَنْ أَقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَإِلَةَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُو الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَعَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَ هُمْ وَأَمْوَالُهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka melakukan itu, mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam dan hisabnya atas Allah.”

Hadits Shahih Bukhari No:24 dan Shahih Muslim No:5.5

dan memaki hamun terhadap lawannya yang berbeza pahaman dengan mareka 


Kelemahan orang Islam

Kelemahan orang Islam karena dalam agama mareka tidak ada paksaan dalam agamanya :
A256
2:256 Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), kerana sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan Taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
A041
10:41 Dan jika mereka terus-menerus mendustakanmu (wahai Muhammad), maka katakanlah: "Bagiku amalku, dan bagi kamu pula amal kamu. Kamu tidak bertanggungjawab akan apa yang aku kerjakan, dan aku juga tidak bertanggungjawab akan apa yang kamu kerjakan".

Umur Aishah r.a. Semasa Berkahwin Dengan Rasulullah s.a.w.


Umur Aishah r.a. Semasa Berkahwin Dengan Rasulullah s.a.w.


Menurut orang kafir tidak boleh kahwin anak parempuan di bawah umur, lebih-lebih lagi yang berusia 6 tahun, tapi orang Islam di bulihkan, karena nabi Muhammad berkahwin dengan Aishah ketika usianya 6 tahun.

saya nak tanya , apakah hukum keatas si isteri yang berusia 6 tahun itu tidak melayani kahandak suwaminya yang berusia 60 tahun umpamanya yang ingin bersetubuh dengan isterinya yang berusia 6 tahun di malam pertama yaitu di malam sesudah di nikah itu, lalu si isteri yang berusia 6 tahun itu menjerit minta tulung kepada ayah dan ibunya dengan katanya orang tua jahat nak karut mik , soalannya apakah si isteri yang usia 6 tahun itu telah menderhaka kepada suminya yang ingin menikmati kelazatan dara dari isterinya yang berusia 6 tahun itu  sedangkan menurut hukum Islam kalau si isteri paling kebelang kepada suminya di waktu tidur dengan tidak minta izin kesuminya itu pun di hukum si isterinya itu derhaka kepada suaminya dan isterinya itu akan di masukan kedalam naraka ???

Nikah berbeza agama

Selasa, 11 Mac 2014

Nikah berbeza agama

Pasangan Suami Isteri Artis Indonesia YangBerbeza Agama
malaysia: Rima Melati dan Marcell berkahwin walaupun berbeza agama







A005
5:5 Pada masa ini dihalalkan bagi kamu (memakan makanan) yang lazat-lazat serta baik-baik. Dan makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan Kitab itu adalah halal bagi kamu, dan makanan (sembelihan) kamu adalah halal bagi mereka (tidak salah kamu memberi makan kepada mereka). Dan (dihalalkan kamu berkahwin) dengan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatannya - di antara perempuan-perempuan yang beriman, dan juga perempuan-perempuan yang menjaga kehormatannya dari kalangan orang-orang yang diberikan Kitab dahulu daripada kamu apabila kamu beri mereka maskahwinnya, sedang kamu (dengan cara yang demikian), bernikah bukan berzina, dan bukan pula kamu mengambil mereka menjadi perempuan-perempuan simpanan. Dan sesiapa yang ingkar (akan syariat Islam) sesudah ia beriman, maka sesungguhnya gugurlah amalnya (yang baik) dan adalah ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi.

Saya nak tanya bibarapa pertanyaan kepada Mama Dedeh :
  1. sahkah nikah sesama Islam yang berbeda aqidah, cuntuhnya, si Parampuan, beritiqad bahwa Tuhan itu ada tapi tidak berpihak, tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kiri  , tidak di kanan karena Tuhan tidak serupa dengan maklok. kalau Tuhan berada di atas berarti Tuhan sama dengan matahari, bulan, bintang , burung dll yang ada di atas kita. kalau di bawah Tuhan sama dengan bumi, air, ikan dll yang ada di bawah kita, kalau ada di kanan atau di kiri atau di sekeliling kita , berarti Tuhan sama dengan apa yang ada di sekeling kita. sedang si Lelaki pula, beritiqad bahwa Tuhan itu ada di atas arasy, Tuhan ada kaki, tangan, mata, telinga dll ?
  2. sahkah nikah sesama Islam yang berbeda percaya Kitab, si Lelaki percaya pada kitab Al-Quran dan kitab-kitab sebelum Al-Quran seperti kitab injil, Zabur dan Taurat, dan dia tidak percaya kitab-kitab selepas Al-Quran seperti hadis Bukhari , Muslim dan lain-lainny. sedang si Parampuan , percaya kitab Al-Quran dan kitab-kitab selepas Al-Quran seperti Hadis Bukhari, Muslim dllnya ?
  3. sahkah nikah sesama Islam yang berbeda percaya dalam rukun Iman, si Parampuan percaya rukun Iman itu ada 6, sedang si Lelaki percaya rukun Iman itu hanya ada 5 dan dia tidak percaya pada Takdir ?
  4. sahkah nikah sesama Islam yang berbeda rukun Iman, si Parampuan rukun Iman itu hanya ada 6 dan saidina Ali tidak termasuk dalam rukun Iman, sedang Lelaki percaya rukun Iman itu ada 7 dan saidina Ali itu termasuk dalam rukun Iman ?
  5. sahkah nikah sesama Islam yang berbeda percaya pada kitab-kitab selepas Al-Quran, si Parampuan percaya pada kitab Hadis Bukhari, Muslim, si Lelaki percaya pada Al-Kafi ?
  6. sahkah nikah sesama Islam yang berbeda beribadah, cuntuhnya, si Parampuan berkata sunah membaca Usalli di permulaan sembahyang, buat boleh pahla dapat Syurga, sedang si Lelaki berkata, bida'ah membaca Usalli di permulaan sembahyang, buat boleh dosa dapat neraka ?

RUKUN NIKAH DALAM QUR'AN

Islam dan Kafir