Rabu, 31 Disember 2014

Orang Islam, orang Damai, orang Sukses

Sang buddha
Berbicara masalah sukses ini memang kadang menimbulkan berbagai pertanyaan, salah satunya pertanyaan yang paling umum adalah bagaimana cara kita mengukur kesuksesan itu 
  1. apakah memiliki keluarga termasuk sukses? kalau memiliki keluarga termasuk suksek, jadi Bukhu yang tidak berkeluarga tidak sukses.  
  2. apakan punya mobil itu termasuk sukses, berarti yang ada hanya sepedar motur tidak sukses.
  3. apakah punya anak itu termasuk sukses, berarti yang tidak punya anak tidak sukses.
Sehingga didalam masyarat timbul berbagai macam kebingungan,apa yang di sebut sukses, dan orang lalu mencemarkan kesuksesan ini dari berbagai segi.

kalau kita bicarakan sukses yang Damai, sesungguhnya ini cucuk, karena masti ada sukses yang tidak menimbulkan kedamaian, apa itu sukses yang tidak menimbulan kedamaian?
Kemenangan yang ada dalam peperangan misalnya, kita sukses, kita menang, tetapi mareka yang kalah menderita.
Sukses yang Damai, kalau kita di lihat bukan berdasarkan apa yang di lihat orang, waktu kesuksesan sesungguhnya bukan di lihat oleh orang lain, kesuksekan lebih cendrun kepada apa yang kita rasakan.. orang lain kata kita sukses, kadang kita yang jalani mengakatakan belum, belum bukan berati tidak sukses, tapi belum, sebaliknya orang katakan wah  kamu ini tidak sukses, tapi bagi orang jalani, mungkin dia merasakan sukses, karena itu nomber satu, sukses tidak bisa di ukur hanya oleh orang lain, sukses boleh di ukur oleh diri sendiri. 
Nah apa sekaran ukuranya sukses?, 
Sukses itu adalah kemampuan sesaorang, menerima diri sendiri bagimana adanya. jadi sukses yang Damai, ketika kita bisa menerima diri kita sebagaimana adanya, sukses yang tidak Damai, kita menekan orang lain, kita menganggap kesuksesan itu berada di atas penderitaan orang lain. 
Saya sukses, karena saya bisa memukul teman saya sampai masuk kerumah sakit, saya sukses, tetapi atas penderitaan orang lain. 
Justeru sukses didalam Darma kalau kita melihat kunsef Damai, sang Buddha mencampai kesuksesian, itu sang Buddha sudah sukses. sukses menudukan diri sendiri, ketika marah menggunakan kekuatan yang menyerang dengan ribuan pasukanyan dengan berbagai macam jenis sejatanya, sang Buddha mengebangkan cinta kasih, mengembangkan metal, mengebangkan kerelaan yang sudah dibina sekian lama, karena beliau menggunakan danaparamita, yaitu kesempuraan, kerelaan, bukan yang mendatangkan atau menciftakan para jurik sebanyaknya mara.
Ibaratnya, kalau si bohong, ketika si bohong mau menyerang, kadang dia mengambil rambutnya, meniyufnya, dan akhirnya menjadi sekompok para jurit yang banyak, sang Boddha walau pun Dia mempunyai kemampuan batin yang tinggi, Beliau tidak menggunakan cara itu, wah mara makin banyak, baik saya ciftakan pasukan para jurit  yang banyak untuk mengkejar mara, tidak, tapi sang Buddha justru menggunakan yang ada didalam dirinya, jadi beliau mengingat semua kebajikan yang telah di lakukan beribuan tahun , kamadian dengan kekuatan kebajikan ini, dengan kekuatan kebenaran ini, walau pun tumbak yang di limparkan  anak buah mara, akhirnya menjadi punah,....
Tuhan Buddha
Guru maha Agung
Hanya ada satu guru yang ku puja
Lagu Buddha
Lagu Kasih Buddha
Karma (lagu Pesanan Buddha)
ASAL MULA MANUSIA DI BUMI MENURUT AJARAN SANG BUDDHA.
Nerwana bukan Tuhan, hanya manusia seperti kita juga
Tuhan tidak ada Nama
Kiamat
*******
ISLAM
Allah = Tuhan = Cod
99 nama Allah=Tuhan
Muhammad
Rukun Islam
Orang tak sembahyang musuh Allah
Kiamat
Sifat Allah 20 sifat

Selasa, 30 Disember 2014

Amalan Soleh beza pendapat

Amal Soleh bahasa Arab
  1. Bahasa Melayu kata : "buat Baik", siapa buat baik, dapat baik, siapa buat jahat, dapat jahat"
  2. Bahasa Thai kata : "ทำ ดี", ใคร ทำ ดี ได้ ดี, ใคร ทำ ชั่ว ได้ ชั่ว"
  3. Ulama Islam kata "sembahyang", orang sembahyang orang Islam yang beramal soleh yang dapat masuk syurga, orang tak sembahyang, orang kafir masuk Neraka"
  4. Ulama Budha kata :" orang sembahyang, belum tentu jadi Umat Budha yang baik
  5. Tuhan=Allah kata :
2:62. Sesungguhnya orang-orang yang percaya (kepada Quran), dan orang-orang Yahudi, dan Nasrani, dan Sabiin, sesiapa percaya kepada Allah dan Hari Akhir, dan buat kerja-kerja baik, maka upah mereka adalah di sisi Tuhan mereka, dan tiada ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.
2:81. Ia, sesiapa yang usahakan kejahatan, dan diliputi pelanggarannya, mereka itu penghuni-penghuni Api neraka, di dalamnya mereka tinggal selama-lamanya.
Cuntuh Buat Jahat
2:82. Dan, orang-orang yang beriman dan buat kerja-kerja baik, mereka itu penghuni-penghuni Taman syurga, di dalamnya mereka tinggal selama-lamanya.
Cuntuh Buat Baik
Ulama Islam, Ulama damai kata : amalan soleh itu ada lima perkara yang wajib buat, kalau kita tidak kerjakan, berarti kita bukan umat Islam, umat damai, masuk Neraka:
  1. mengucap dua kelimah syahadah, 1 aku naik saksi, bahwa tidak ada Tuhan malainkan Allah, 2 aku naik saksi, bahwa Muhammad rasulullah
  2. sembahyang lima waktu sehari semalam
  3. membayar cukai zakat setahun sekali kemajlis agama Islam
  4. puasa
  5. naik mengerjakan haji di kota Mekah
Cuntuh Sembahyang, Umat Islam, Umat Damai
Cuntuh hukum orang tidak sembahyang, Umat Islam, Umat Damai

2:11 Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi", mereka menjawab: " Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan".
2:12 Ketahuilah! Bahawa sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang sebenar-benarnya membuat bencana dan kerosakan, tetapi mereka tidak menyedarinya.
Cuntuh Buat kerusakan Rusuhan
Ulama Budha/Buza berkata : amalan soleh itu ada 5 perkara yang tidak boleh buat, kalau kita kerjakan berarti kita bukan umat Budha, masuk Neraka:
  1. membunuh
  2. mencuri
  3. berzina
  4. cakap bohong
  5. mabuk
Sembahyang Umat Budha
cuntuh hukum orang tidak sembahyang Umat Budha
3:114. Mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan menyuruh yang baik dan melarang yang mungkar, dan mereka bersegera dalam kebajikan; mereka itu orang-orang salih.
Cuntuh berbuat Baik
Cuntuh berbuat Mungkar
20:132 Dan perintahkanlah keluargamu serta umatmu mengerjakan Solat, dan hendaklah engkau tekun bersabar menunaikannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, (bahkan) Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan (ingatlah) kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa (menjaga diri).
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Solat; sesungguhnya Solat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
cuntuh mencegah kemungkaran
Ulama Islam Ulama Damai berkata : orang tak sembahyang tak layak bernama Islam=Damai
Ulama Budha berkata : orang sembahyang belum tentu jadi umat Budha yang baik

74:42 (Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata): "Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?"
74:43 Orang-orang yang bersalah itu menjawab: "Kami tidak termasuk dalam kumpulan orang-orang yang mengerjakan Solat;
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Solat; sesungguhnya Solat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
cuntuh mencegah kemungkaran

******
Bagimana kita handak memilih perkataan Ulama-ulama yang berbeza pahamannya ?
Quran menjawab :
39:18. Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum agama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna..

Kedua-dua perkataan itu, perkataan mana yang anda pilih?
Kalau Saya, Saya pilih perkataan orang beragama Buza/Budha daripada perkataan Ulama Islam, karena perkataan Ulama Budha itu tidak berlawan dengan Quran.
Kalau anda, anda pilih perkataan siapa?
Pesanan dari Ulama wali Allah = Ulama penulong Allah

Isnin, 29 Disember 2014

Hanya dengar-dengar Ulama kata

Kata Ulama Islam
Kata Ulama Budha/Buza
Ulama/Biksu Budha/Buza berkata, pelaksaan Darma, sesungguhnya ajaran sang Budha, bukan hanya ajaran yang hanya untuk upacara sembahyang saja, ajaran sang Budha ini, lebih di tekankan pada pelaksaanya, artinya apa, kalau pun kita banyak sembahyang, kalau pun kita banyak melakukan upacara sembahyang, tetapi kalau kita tidak melaksana Darma, sesungguhnya kita masih belum umat Budha.....sering Kawihara=Masjid bukan berarti umat Budha, orang yang sering Kawihara itu hanya orang yang suka ritual=sembahyang Budha,...apa ciri umat Budha?, ciri umat Budha adalah orarang yang mau melaksanakan Darma, bukan orang yang hafal parita, itu adalah anak sekolah minggu,....Pacasila=Rukun Budhis, 1 tidak membunuh 2 tidak mencuri, 3 tidak berzina, 4 tidak bohong, 5 tidak mabuk,(kalah sekolah minggu dah hafal) ....pelaksaan Darma tidak reput-repun (tidak susah-susah hanya tidak buat saja) ....dan inti pelaksaan Darma ada 3 , 1 banya berbuat baik, 2 sabar, 3 kerilaan=Ikhlas...kerelaan, kemuralan, maditasi..
sambungannya
Bagimana kita handak memilih perkataan Ulama-ulama yang berbeza pahamannya ?
Quran menjawab :
39:18. Yang mendengar perkataan, dan ikut yang paling baik daripadanya, mereka itu, orang-orang yang Allah beri petunjuk kepada mereka; mereka itu, merekalah orang-orang yang berakal sempurna.

Orang-orang siam beragama Buza/Budha berkata :
ใคร ทำ ดี ได้ ดี ใคร ทำ ชั่ว ได้ ชั่ว
Siapa-siapa buat baik dapat baik(Syurga) siapa buat jahat dapat jahat (Neraka)
2:62. Sesungguhnya orang-orang yang percaya (kepada Quran), dan orang-orang Yahudi, dan Nasrani, dan Sabiin, sesiapa percaya kepada Allah dan Hari Akhir, dan buat kerja-kerja baik, maka upah mereka adalah di sisi Tuhan mereka, dan tiada ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.
2:81. Ia, sesiapa yang usahakan kejahatan, dan diliputi pelanggarannya, mereka itu penghuni-penghuni Api neraka, di dalamnya mereka tinggal selama-lamanya.
2:82. Dan, orang-orang yang percaya(kepada Quran) dan buat kerja-kerja baik, mereka itu penghuni-penghuni Taman syurga, di dalamnya mereka tinggal selama-lamanya.
berbuat baik
berbuat Jahat
7:157. Orang-orang yang ikut Rasul, Nabi yang ummiy, mereka dapati tertulis dengan mereka di dalam Taurat dan Injil, yang menyuruh mereka pada yang baik, dan melarang mereka daripada yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka benda-benda yang baik, dan mengharamkan mereka yang keji, dan membebaskan mereka daripada beban-beban mereka, dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang percaya kepadanya, dan meneguhkannya, dan menolongnya, dan ikut cahaya yang diturunkan bersamanya, merekalah orang-orang beruntung.
3:114. Mereka beriman kepada Allah (Quran)dan Hari Akhir, dan menyuruh yang baik dan melarang yang mungkar, dan mereka bersegera dalam kebajikan; mereka itu orang-orang salih.
3:115. Dan apa sahaja kebaikan kamu buat, tidaklah kamu akan dinafikan; dan Allah tahu orang-orang bertakwa.
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Shalat; sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.

Perbezaan perkataan UlamaIslam dengan perkataan Ulama Budha
Ulama Budha berkata:
kalau pun kita banyak sembahyang, atau kalau pun kita banyak melakukan upacara, tetapi kalau kita tidak melaksana Darma, sesungguhnya kita masih belum umat Budha.....sering keKiwara=keMasjid bukan berarti umat Budha, orang yang sering keHiwara itu hanya orang yang suka ritual=sembahyang Budha

Ulama Islam berkata :
Orang yang sering keMasjid, berarti Umat Islam yang kuat Imannya.

Ulama Budha berkata:
Pacasila=Rukun Budhis, yang wajib di tingalkan ada 5 yaitu :
1 haram membunuh 2 haram mencuri, 3 haram berzina, 4 haram bohong, 5 haram mabuk,

Ulama Islam berkata:
Rukun Islam yang wajib dikerjakan ada 5 yaitu:
1 mengucap dua kalimah syahadah
2 sembahyang lima waktu sehari semalam
3 membayar zakat
4 puasa sebulan ramadan
5 mengerja ibadah=ritual haji kemekah jika ada kuasa.
tak sembahyang
Ulama Islam kata lagi, orang-orang yang hanya berbuat baik dan walau pun dia tidak berbuat jahat, tetapi kalau mareka tidak masuk agama Islam, seperti orang-orang beragama Budha, beragama Hindu atau lainnya, selain beragama Islam mareka tetap masuk neraka dan kekal didalamnya selama-selamanya.

cuntuh solat Nabi Syuaib. lihat surah 11 mulai ayat 84 hingga 87 :
11:87 Hai Syuaib, apakah “SHOLAT”-MU menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang bapak-bapak kami layani atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.

Kedua-dua perkataan itu, perkataan mana yang anda pilih?
Kalau Saya, Saya pilih perkataan orang beragama Buza/Budha daripada perkataan Ulama Islam, karena perkataan Ulama Budha itu tidak berlawan dengan Quran.
Kalau anda, anda pilih perkataan siapa?

Hanya dengar kata Ulamak

Perkataan Ulama Islam
Perkataan Ulama Budha/Buza
Ulama/Biksu Budha/Buza berkata, pelaksaan Darma, sesungguhnya ajaran sang Budha, bukan hanya ajaran yang hanya untuk upacara/ritual saja, ajaran sang Budha ini, lebih di tekankan pada pelaksaanya, artinya apa, kalau pun kita banyak sembahyang, atau kalau pun kita banyak melakukan upara, tetapi kalau kita tidak melaksana Darma, sesungguhnya kita masih belum umat Budha.....sering keKiwara=keMasjid bukan berarti umat Budha, orang yang sering keHiwara itu hanya orang yang suka ritual=sembahyang Budha,...apa ciri umat Budha?, ciri umat Budha adalah orarang yang mau melaksanakan Darma, bukan orang yang hafal parita=Quran , itu adalah anak sekolah minggu,....Pacasila=Rukun Budhis, 1 tidak membunuh 2 tidak mencuri, 3 tidak berzina, 4 tidak bohong, 5 tidak mabuk,(kalah sekolah minggu dah hafal) ....pelaksaan Darma tidak reput-repun (tidak susah-susah hanya tidak buat saja) ....dan inti pelaksaan Darma ada 3 , 1 banya berbuat baik, 2 sabar, 3 kerilaan=Ikhlas...kerelaan, kemuralan, kontenterasi..
sambunganya
Bagimana kita handak memilih perkataan Ulama-ulama yang berbeza pahamannya ?
Quran menjawab :
39:18. Yang mendengar perkataan, dan ikut yang paling baik daripadanya, mereka itu, orang-orang yang Allah beri petunjuk kepada mereka; mereka itu, merekalah orang-orang yang berakal sempurna.

Orang-orang siam beragama Buza/Budha berkata :
ใคร ทำ ดี ได้ ดี ใคร ทำ ชั่ว ได้ ชั่ว
Siapa-siapa buat baik dapat baik(Syurga) siapa buat jahat dapat jahat (Neraka)
49:11 Wahai orang-orang yang beriman (kepada Qruan)! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain; dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah ia beriman. Dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim.
7:157. Orang-orang yang ikut Rasul, Nabi yang ummiy, mereka dapati tertulis dengan mereka di dalam Taurat dan Injil, yang menyuruh mereka pada yang baik, dan melarang mereka daripada yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka benda-benda yang baik, dan mengharamkan mereka yang keji, dan membebaskan mereka daripada beban-beban mereka, dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang percaya kepadanya, dan meneguhkannya, dan menolongnya, dan ikut cahaya yang diturunkan bersamanya, merekalah orang-orang beruntung.
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah Shalat; sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
cuntuh solat Nabi Syuaib. lihat surah 11 mulai ayat 84 hingga 87 :
11:87 Hai Syuaib, apakah “SHOLAT”-MU menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang bapak-bapak kami layani atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.
buat baik
buat jahat

Kalau Saya, Saya pilih perkataan orang siam beragama Buza/Budha daripada perkataan Ustaz di vdo di atas itu.
Kalau anda, anda pilih perkataan siapa?