Selasa, 9 Ogos 2016

Alasan wajib percaya Hadis Hukum Bukhari, Muslim dll

Alasan wajib percaya kepada Hadis Bukhar
3:31 Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah Aku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

1. Ulama Sunni berpendapat, perkataan "ikutlah Aku" itu maksudnya "ikut Nabi Muhammad" maksudnya "ikutlah kitab Hadis hukum Bukhari"yang di tulis oleh Bukhari
2. Ulama Syiah berpendapat, perkataan "ikutlah Aku" itu maksudnya "ikut Nabi Muhammad" maksudnya "ikutlah kitab Hadis Al-Kafi" yang di tulis oleh Ya'kub Al-kalaini
(lihat dalam kitab I'tikad Ahli Sunnah wal Jammah oleh kiay haji sirajudin ab bas muka surat462)

3. Ulama Da'wah berpendapat, perkataan "ikutlah Aku" itu maksudnya "ikut Nabi Muhammad" maksudnya "ikutlah kitab Hadis Fadhail A'mal" yang di tulis oleh 
4. Golongan Anti Hadis berpendapat, Perkataan "ikutlah Aku" itu maksudnya "ikutlah Nabi Muhammad" maksudnya "ikutlah kitab Quran 30 juzu' yang di sampaikan oleh Nabi Muhammad itu"
 karena Nabi Muhammad Tuhan perintah Ikut Quran, sebagaimana firmannya:
6:106. Ikutlah apa yang diwahyukan kepada Mu (Quran) daripada Pemelihara kamu; tidak ada tuhan melainkan Dia, dan berpalinglah kamu daripada orang-orang yang sekutukan.

Dan Tuhan larang mengikuti orang-orang menyengutukan Allah, yang menjadikan agama mareka berpecah belah:
30:31. Hendaklah kamu (wahai Muhammad dan pengikut-pengikutmu) sentiasa rujuk kembali kepada Allah (Quran) serta bertaqwalah kamu kepadaNya; dan kerjakanlah solat; dan janganlah kamu menjadi dari mana-mana golongan orang musyrik -
30:32. Iaitu orang-orang yang menjadikan fahaman agama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing serta mereka pula menjadi berpuak-puak; tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya.
*********
3:32 Katakanlah (wahai Muhammad): "Taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Oleh itu, jika kamu berpaling (menderhaka), maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir.

1. Ulamak Sunni, Syiah, Da'wah perkataan "Taatlah kamu kepada Allah" maksudnya "Quran" . perkataan "RasulNya" maksudnya:
Ulamak Sunni maksudnya "Hadis Bukhari"
Ulamak Syiah maksudnya " Hadis Al-Kafi"
Ulamak Da'wah maksudnya "Hadis Fadhail A'mal"

وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
"Rasulullah bersabda :"Aku tinggal dalam kalangan kamu dua perkara yang kamu tidak sekali-kali akan sesat selagi kamu pegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah (Quran) dan sunnah Nabi atau sunnah Rasulullah" - Al Mautha' Hadis Imam Malik.

قَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
" Rasulullah bersabda "Aku berpesan kepada kamu dengan bertaqwa kepada Allah, dan dengar dan serta taat kepada (pemrintah) kamu sekali pun ia saorang hamba abdi bangsa habasyi, karena sesungguhnya sesiapa di antara kamu yang hidup (selepas ku) akan melihat perselisihan yang banyak, dan (dengan di makian) berjaga-jagalah kamu! jauhilah diri dari perkara-perkara baru (Bid'ah) itu adalah sesat, oleh itu sesiapa di antara kamu yang berada dalam zaman berlakunya yang di makian, maka handaklah ia menurut sunnahKu dan sunnah Khulafa rasyidin yang beruleh pertunjuk, berpegang teguhlah kamu kepadanya dengan seteguh-teguhnya" - Hadis Turmizi.

Ulama' Pewaris Nabi-nabi - Hadis Bukhari 
****
2. Golongan Anti Hadis, perkataan "Taatlah kamu kepada Allah" maksudnya, "kitab-kitab Allah yang di turunkan kepada para Nabi-nabiNya, yaitu Quran kitab Nabi Muhammad, Injil, kitab Nabi Isa, Taurat kitab Nabi Musa, kitab Zabur kitab Nabi Daud"
2:4 Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab "Al-Quran" yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya).
2:5 Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang berjaya.
5:44 ....dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.
2:6 Sesungguhnya orang-orang kafir (yang tidak akan beriman), sama sahaja kepada mereka: sama ada engkau beri amaran kepadanya atau engkau tidak beri amaran, mereka tidak akan beriman.

Perkataan "RasulNya" maksudnya "Para Rasulullah yang tersebut dalam Quran ada 25 orang"
33:38. Tidaklah ada sebarang keberatan yang ditanggung oleh Nabi dalam melaksanakan perkara yang telah ditetapkan Allah baginya. (Yang demikian itu) adalah menurut peraturan Allah (sunnah Allah) yang tetap, yang berlaku juga kepada Nabi-nabi yang telah lalu. Dan (ingatlah) perintah Allah itu adalah satu ketetapan yang ditentukan berlakunya.

33:62. Yang demikian adalah menurut "Sunnatullah" (undang-undang peraturan Allah yang telah lalu; dan engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi "Sunnatullah" itu.

Kalau menurut Quran, tidak ada Sunnah Nabi, atau Sunnah Rasul dan Sunnah Sahabat dan bagitu juga tidak ada dalam Quran mengatakan Para Ulamak itu pewaris Nabi...
2:285. Rasul percaya kepada apa diturunkan kepadanya daripada Pemeliharanya, dan orang-orang mukmin, dan tiap-tiap seorang percaya kepada Allah, dan malaikat-malaikat-Nya, dan Kitab-Kitab-Nya, dan Rasul-Rasul-Nya. "Kami tidak beza-bezakan seorang pun antara Rasul-Rasul-Nya." Mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Wahai Pemelihara kami, kurniakanlah kami ampunan-Mu; kepada Engkau kepulangan."

Isnin, 8 Ogos 2016

Beza Pemrintah, Ulamak, dan Nabi

Pemrintah
4:59. Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada "Ulil-Amri" (orang-orang yang berkuasa pemrintah) dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah dan RasulNya - jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.

Pemrintah adalah manusia biasa di antara kita, kamadian di lantik oleh manusia berbagai bangsa dan berbagai agama, untuk memimpin mereka dalam masalah dunia, dengan udang-udang atau peraturan-peraturan yang di sepakati oleh rakyat-rakyatnya itu, atas dasar semua agama yang ada di dunia ini, yaitu "berbuat baik di balas baik, berbuat jahat dibalas jahat" :

2:81 sesungguhnya sesiapa yang berbuat kejahatan dan ia diliputi (ditenggelamkan) oleh kesalahannya itu, maka merekalah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.
2:82 Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, merekalah ahli syurga, mereka kekal di dalamnya.
2:62 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta beramal soleh, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

3:102. Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam=Damai), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.
*********
Ulamak
Ulamak adalah manusia luar biasa, yang di lantik oleh orang-orang Islam, untuk menentukan siapa benar dan siapa salah atau siapa ahli syurga dan siapa ahli neraka di hari akhirat nanti.

*********
Nabi
Nabi dan Rasul adalah manusia biasa, yang di lantik oleh Tuhan untuk menyampai wahyunya :
17:90. Dan mereka berkata: "Kami tidak sekali-kali akan beriman kepadamu (wahai Muhammad), sehingga engkau memancarkan matair dari bumi, bagi Kami.
17:91. Atau (sehingga) engkau mempunyai kebun dari pohon-pohon tamar dan anggur, kemudian engkau mengalirkan sungai-sungai dari celah-celahnya dengan aliran yang terpancar terus-menerus.
17:92. Atau (sehingga) engkau gugurkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana yang engkau katakan (akan berlaku); atau (sehingga) engkau bawakan Allah dan malaikat untuk kami menyaksikannya.
17:93. Atau (sehingga) engkau mempunyai sebuah rumah terhias dari emas; atau (sehingga) engkau naik ke langit; dan kami tidak sekali-kali akan percaya tentang kenaikanmu ke langit sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab yang dapat kami membacanya". Katakanlah (wahai Muhammad):" Maha Suci Tuhanku! Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul?

Nabi apabila Beliau berbeza pendapat Tuhan berfiman:
34:24 Bertanyalah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu): "Siapakah yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?" Terangkanlah jawabnya: "Ialah Allah; dan sesungguhnya (tiap-tiap satu golongan), sama ada golongan kami atau golongan kamu - (tidak sunyi daripada salah satu dari dua keadaan): keadaan tetapnya di atas hidayah petunjuk atau tenggelamnya dalam kesesatan yang jelas nyata ".
Nabi apabilaberbeza beribadat, Tuhan firman:
10:41. Jika mereka dustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku amalanku, dan bagimu amalanmu; kamu berlepas diri daripada apa yang aku buat, dan aku berlepas diri daripada apa kamu buat."

17:84 Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat (ibadat) menurut caranya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

Jumaat, 5 Ogos 2016

Quran tidak ada masalah, Hadis menghadapi banyak masalah

Dr Asri berkata "Al Hamdulilah, oleh karena Quran telah terpelihara cuma yang menjadi masalah ialah kepada bagimana menafsirkan Quran" 

Pak Kasim Ahmad berkata "Tuan semua ada paham sendir saya ada paham sendiri kita baca Quran yang sama, tapi kita paham berbeza itu tidak jadi apa"

Dr Asri berkata lagi "namun sumbar yang kedua yaitu sunnah kadang kala menghadapi masalah bahkan sering menghadapi masalah"....di sebabkan sunnah atau Hadis Nabi yang di tulis oleh Ulama Hadis itu sendiri telah menjadi masalah, karena Ulama-ulama Hadis yang menulis Hadis Nabi itu berlawanan dengan Hadis Nabi yang di tulis oleh Ulama-ulama Hadis Nabi yang lain.

Cuntuhnya 
masalah Qunut sembahyang subuh 
1. Ada Hadis yang mengatakan "Nabi baca Qunut sembahyang subuh sehingga Beliau wafat"
dalil Hadis riwayat dari Anas berkata:
مَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ يَقْنُتُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا
"Rasulullah saw, itu selalu berqunut dalam sembahyang subuh hingga Beliau wafat" (Baihaqi dan Hakim mengatakan sahih)

2. Dan ada Hadis yang mengatakan "baca Qunut sembahyang subuh itu adalah Bid'ah"
dalil Hadis riwayat dari abu Malik al-Asyjai, berkata:
يَا أَبَةِ إِنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ هَا هُنَا بِالْكُوفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِينَ أَكَانُوا يَقْنُتُونَ قَالَ أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ
"Ayahku bersembahyang di belakang Rasulullah asw, ketika masih beliau berusia 16 tahun, juga di belakang abu Bakar, Umar, dan Utsman. saya bertanya: "apakah beliau-beliau berqunut?" ayah menjawab "tidak wahai anak ku, Itu hanya di ada-adakan (Bid'ah" (Termizi)

Kedua-dua Hadis itu mana yang betul???
Ini semua bukan cuma yang menjadi masalah kepada bagimana menafsirkan Hadis itu. tetapi karena hadis-hadis itu sendiri berlawanan satu sama lain...

Dan masalah Syahadat 
1.Hadis riwayat 
Saidina Usman berkata :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من مات وهو يعلم أنه لا إله إلا الله دخل الجنة
Rasulullah bersebda " barang siapa meninggal dunia, sedangkan dia meyakini, 
(1) bahwa tidak ada Tuhan malainkan Allah
maka dia masuk syurga" (hadis muslim juzu' 1/35 no 43 )
47:19 Oleh itu, maka tetapkanlah pengetahuanmu dan keyakinanmu (wahai Muhammad) bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan mintalah ampun kepadaNya bagi salah silap yang engkau lakukan, dan bagi dosa-dosa orang-orang yang beriman - lelaki dan perempuan; dan (ingatlah), Allah mengetahui akan keadaan gerak-geri kamu (di dunia) dan keadaan penetapan kamu (di akhirat).

2. Hadis riwayat
Saidina Umar berkata:
أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ مَاتَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قِيلَ لَهُ ادْخُلْ الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شِئْتَ
Ia mendengar Rasulullah, saw kata Mati beriman kepada Allah dan hari akhir ia diberitahu masuk surga dari salah satu dari delapan pintu surga yang Anda inginkan (musnad ahmad)

Secucuk dengan Quran surah Al-Baqarah 2 ayat 62
2:62. Sesungguhnya orang-orang yang percaya (kepada Quran kitab Nabi Muhammad), dan orang-orang Yahudi (yang percaya kepada Taurat), dan Narani (yang percaya kepada Injil kitab Nabi Isa), dan Sabiin (yang percaya kepada kitab-kitab sebelum Taurat kitab Nabi Musa), sesiapa percaya kepada Allah dan Hari Akhir, dan buat kerja-kerja baik, maka upah mereka adalah di sisi Pemelihara Tuhan mereka, dan tiada ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.

3. Hadis riwayat
Ibnu Umar , berkata:

أُمِرْتُ أَنْ أَقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَإِلَةَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُو الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَعَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَ هُمْ وَأَمْوَالُهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka 
(1) bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah dan 
(2) bahwa Muhammad adalah Rasulullah, 
mendirikan Sembahyang, dan menunaikan cukai zakat. Apabila mereka melakukan itu, mereka telah melindungi darah dan harta mereka dari-Ku, kecuali dengan hak Islam dan hisabnya atas Allah.”

berlawanan dengan Quran, Surah Al-Baqarah ayat 256
"Tidak ada paksa dalam Agama"
2:256 Tidak ada paksaan dalam agama, kerana sesungguhnya telah nyata kebenaran dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan Taghut (ketua agama pelampau), dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama Islam Quran) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

Tapi bagimana pula kita nak tahu hadis itu sahih atau palsu???

Dr. Saiful Mubarak berkata, "apabila di temukan ada hadis berlawanan jelas sekali dengan al-Quran pasti kita tinggal Hadis kita ambil al-Quran.
Dr. Saiful - Ucap dua kelimah syahadat depan orang di takuti termasuk dalam golongan orang Munafiq, surah al-munafiqun ayat 1.
Di zaman Nabi, ada sekumpulan orang datang kepada Nabi, lalu salah saorang di antara mareka berkata, di depan Nabi, "kami bersaksi bahwa sesungguhnya akau adlah rasulullah" allah tegaskan memang angkau rasulullah, dan aku bersaksi bahwa mereka bohong" surah al munafiqun ayat 1.
63:1 Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (wahai Muhammad), mereka berkata: "Kami mengakui bahawa sesungguhnya engkau - sebenar-benarnya Rasul Allah". Dan Allah sememangnya mengetahui bahawa engkau ialah RasulNya, serta Allah menyaksikan bahawa sesungguhnya pengakuan mereka adalah dusta.

Tapi di zaman Ulama Sunni dan Ulama Wahabi  sekarang, kalau ada sekumpulan orang datang kepada Ulama Sunni atau Ulama Wahabi, lalu mareka masuk sorang-orang berhadapan dengan Ulama Sunni atau Wahabi dan serta berjabat tangan, lalu berkata "aku naik saksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku naik saksi bahwa Muhammad rasulullah" apakah Tuhan berkata, aku bersaksi si pulan itu benar-benar orang beriman?"

Pak Kasim di hukum Murtad karena beliau tidak mengucap dua kalimah syahadat di depan Ulama Sunni
Pak Kasim kata, "Ulama Ular dalam semak" maksudnya, sifat Ular dalam semak karena Ular boleh patut manusia dalam semak, sedangkan dirinya tak dapat kelihatan orang.

dalam Quran ibaratkan seperti ayat di bawah ini:
2:44 Patutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal?
34:20. Iblis mengesahkan sangkaannya terhadap pengikutnya, dan pengikutnya itu mengikutinya, kecuali segolongan daripada orang-orang mukmin(yang berpercaya kepada Quran).

*******
Dr Asri berkata "Al Hamdulilah, oleh karena Quran telah terpelihara cuma yang menjadi masalah ialah kepada bagimana menafsirkan Quran" 

Cuntuhnya dalam surah a-Iimraan ayat 31 :
3:31 Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah Aku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Dalam ayat di atas ada 2 pendapat;
1. berpedapat, perkataan "ikutlah Aku" itu maksudnya "ikutlah Nabi Muhammad" maksudnya "ikutlah Quran yang di sampaikan oleh Nabi Muhammad itu" karena Nabi Muhammad Tuhan perintah Ikut Quran, sebagaimana firmannya:
6:106. Ikutlah apa yang diwahyukan kepada Mu daripada Pemelihara kamu; tidak ada tuhan melainkan Dia, dan berpalinglah kamu daripada orang-orang yang sekutukan.

Dan Tuhan larang mengikuti orang-orang menyengutukan Allah, yang menjadikan agama mareka berpecah belah:
30:31. Hendaklah kamu (wahai Muhammad dan pengikut-pengikutmu) sentiasa rujuk kembali kepada Allah (Quran) serta bertaqwalah kamu kepadaNya; dan kerjakanlah solat; dan janganlah kamu menjadi dari mana-mana golongan orang musyrik -
30:32. Iaitu orang-orang yang menjadikan fahaman agama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing serta mereka pula menjadi berpuak-puak; tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya.

2. berpendapat, perkataan "ikutlah Aku" itu maksudnya "ikutlah Nabi Muhammad" maksudnya, "ikutlah Hadis-hadis Nabi yang di tulis oleh Bukhari, Muslim dll, dan kalau kita tidak tahu hadis karena kitab-kitab Hadis itu banyak dan hadis itu pula ada berjuta-juta hadis dan lelih-lebih lagi kita tidak ada satu pun kitab-kitab Hadis Bukhari Muslim dan lain-lainya itu, ikutlah apa-apa kata dari guru-guru dan Ustaz-ustaz pewaris Nabi yang mengajar agama di dalam masjid-masjid, di surau-surau dan sebagainya karena mareka itu memang benar-benar tahu tentang hadis-hadis Nabi atau sunah-sunnah Nabi itu....

********
Kepercayaan Tun Dr Mahathir tentang Islam
Tentang Ibadah saya setuju kata-kata 
10:41. Jika mereka dustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku amalanku, dan bagimu amalanmu; kamu berlepas diri daripada apa yang aku buat, dan aku berlepas diri daripada apa kamu buat."
17:84 Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat (ibadat) menurut caranya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

dan apabila kita berbeza pendapat saya setuju kata-kata
34:24 Bertanyalah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu): "Siapakah yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?" Terangkanlah jawabnya: "Ialah Allah; dan sesungguhnya (tiap-tiap satu golongan), sama ada golongan kami atau golongan kamu - (tidak sunyi daripada salah satu dari dua keadaan): keadaan tetapnya di atas hidayah petunjuk atau tenggelamnya dalam kesesatan yang jelas nyata ".

Belajar agama dalam youtube dan dalam buku tidak berguru, berguru dengan saitan
Pak Samat kata :"Orang tahu dalam youtube siarkan kita boleh lihat tak boleh tipu"
8:22 Sesungguhnya sejahat-jahat makhluk yang melata, pada sisi (hukum dan ketetapan) Allah, ialah orang-orang yang pekak lagi bisu, yang tidak mahu memahami sesuatupun (dengan akal fikirannya).